
RANTAU, lintasbanua.com – Pemerintah Kabupaten Tapin tengah mematangkan rencana pembangunan proyek strategis melalui skema pembiayaan internasional New Urban Cooperation for Asia-Pacific (NUCAP). Program ini memungkinkan pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBN maupun APBD.
Dua proyek prioritas yang diusulkan adalah penyediaan air bersih berbasis bendungan serta tata kelola persampahan modern.
Wakil Bupati Tapin, H Juanda, menjelaskan bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan lembaga internasional di bawah pemerintah Jerman. Skema NUCAP memberikan dukungan penuh, mulai dari perencanaan hingga pembangunan, melalui pendanaan donor internasional.
“Kami mengusulkan proyek air bersih dan pengelolaan sampah. Perencanaannya sudah ada, data awal segera kami serahkan ke pihak konsultan. Kalau disetujui, pembangunannya akan dibiayai penuh oleh donor, tanpa biaya dari daerah,” jelasnya.
Jika proyek air bersih disetujui, jaringan perpipaan direncanakan hingga Kecamatan Binuang, dengan estimasi investasi sekitar Rp50 miliar. Proyek tersebut juga akan mencakup sistem drainase dan pengelolaan limbah.
“Sistemnya nanti berbagi hasil. Setelah masa pengelolaan 10–15 tahun, seluruh infrastruktur akan diserahkan ke pemerintah daerah,” tambah Juanda.
Sementara itu, Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Haris Prayoga, menyebut Tapin menjadi salah satu dari dua kabupaten di Kalimantan Selatan yang ditunjuk sebagai penerima program NUCAP, bersama Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
“Program ini fokus pada pembangunan berkelanjutan, sensitif terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Tapin dan HSS menjadi pilot project di Kalsel,” ujarnya.
Konsultan perencana PT Adhikari telah ditunjuk untuk menyusun rencana teknis. Seluruh perangkat daerah terkait, seperti DLH, PUPR, BKAD, dan PDAM, diminta segera melengkapi data perencanaan.
“Setelah data lengkap, kami kirim ke Jakarta untuk disusun secara profesional. Harapan kami, program ini terealisasi melalui pola Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sehingga Tapin bisa menarik investasi besar tanpa membebani APBD,” ungkap Meidy.
Dengan dukungan pendanaan internasional, Pemkab Tapin optimistis rencana penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan infrastruktur lingkungan lainnya dapat segera terwujud.





