
Rantau, lintasbanua.com – Selama lima hari jajaran Polres Tapin bersama dengan masyarakat Kecamatan Hatungun berjibaku untuk membangun jembatan merah putih yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin.
Proses pengerjaan dipimpin langsung oleh Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika sejak hari senin 06/04/2026 hingga hari Jumat 10/04/2026 dengan menelan anggaran sebesar 10 juta rupiah dengan panjang jembatan yakni 6 meter dan lebar 3 meter.
Jembatan di atas Sungai Munti Kacil ini merupakan akses penghubung antara Desa Hatungun dengan Desa Kembang Kuning.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pimpinan, di mana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajaran Kapolda untuk membangun “Jembatan Merah Putih Presisi” sebagai implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil atau sulit dijangkau, mempermudah mobilitas masyarakat khususnya pelajar, serta mendorong peningkatan perekonomian lokal.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. menginstruksikan jajaran Polres di wilayah Polda Kalsel untuk melaksanakan program dimaksud.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika mengatakan Jembatan dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 3 meter tersebut dikerjakan melalui kolaborasi berbagai pihak, dengan sumber pendanaan berasal dari CSR PT. MME, swadaya masyarakat, serta Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Hatungun, dengan total anggaran sebesar Rp10.000.000,-.
“Anggaran ini kita siapkan untuk membeli bahan baku, sedangkan untuk tenaganya merupakan aparat kepolisian bersama dengan masyarakat,” ungkapnya.
Proses pengerjaan dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada Senin (06/04/2026) kegiatan pembuatan siring menggunakan kayu galam, pembersihan area, serta perbaikan struktur dasar jembatan. Selanjutnya pada Selasa (07/04/2026) dilakukan pengurukan tanah dan pemasangan batu base course. Hari ketiga, Kamis (09/04/2026)dilaksanakan pemasangan pagar pengaman jembatan.
Pada Jumat (10/04/2026), pekerjaan memasuki tahap akhir berupa pengecatan pagar pengaman, sehingga pembangunan/renovasi jembatan tersebut telah selesai 100%.
Berharap Keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, di antaranya memperpendek jarak tempuh dari 5 kilometer menjadi 1 kilometer, mempermudah akses pelajar serta mendukung aktivitas masyarakat.
“Adanya jembatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membawa hasil kebunnya tanpa harus memutar sejauh 5 kilometer,” terangnya.





