
RANTAU, lintasbanua.com – Kabupaten Tapin kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Tapin H. Yamani selama 15 bulan, Pemerintah Kabupaten Tapin berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian didampingi Direktur Utama Tempo Media kepada Bupati Tapin H. Yamani pada Selasa malam (5/5/2026) di Hotel Platinum Balikpapan.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Tapin dinobatkan sebagai peringkat pertama kategori kabupaten dan memperoleh insentif berupa bantuan senilai Rp3 miliar.
Bupati Tapin H. Yamani mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, upaya Pemerintah Kabupaten Tapin dalam menekan angka kemiskinan dan stunting mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, angka kemiskinan di Kabupaten Tapin berhasil ditekan menjadi 2,91 persen dan ditargetkan turun lagi menjadi 2,51 persen pada 2026. Sementara itu, prevalensi stunting kini berada di angka 12,3 persen.
“Untuk kategori kabupaten, Tapin menjadi yang terbaik di regional Kalimantan dalam penanganan kemiskinan,” katanya.
Yamani menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting hingga tidak lagi menjadi persoalan di Kabupaten Tapin.
“Kami ingin Tapin menjadi daerah yang masyarakatnya sejahtera, tanpa kemiskinan ekstrem, dan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Tapin telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp73 miliar untuk mendukung berbagai program penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung sejumlah program strategis, di antaranya rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), layanan kesehatan gratis, bantuan sosial, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Melalui berbagai program tersebut, kami optimistis penanganan kemiskinan dan stunting di Kabupaten Tapin akan semakin optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.





