IPM Tapin Naik Jadi 74,98, Angka Kemiskinan Turun ke 2,91 Persen

RANTAU, lintasbanua.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tapin menunjukkan tren positif pada 2025. Angkanya meningkat dari 74,06 pada 2024 menjadi 74,98.

Capaian tersebut menempatkan Tapin di peringkat ke-6 dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, berada di bawah Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Hal ini disampaikan Bupati Tapin H. Yamani dalam rapat paripurna DPRD Tapin dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Rabu (11/03/2026).

Selain peningkatan IPM, Pemkab Tapin juga mencatat penurunan angka kemiskinan. Pada 2025, persentase penduduk miskin turun dari 3,33 persen menjadi 2,91 persen, atau sekitar 5.766 jiwa.

“Penurunan ini dipengaruhi oleh program perlindungan sosial yang tepat sasaran, sehingga mampu mengurangi beban pengeluaran masyarakat,” ujar Yamani.

Ia menjelaskan, garis kemiskinan di Kabupaten Tapin pada 2025 berada di angka Rp562.504 per kapita per bulan.

“Artinya, seseorang dikategorikan miskin jika pengeluarannya di bawah Rp562.504 per bulan atau sekitar Rp18.750 per hari,” jelasnya.

Menurutnya, capaian ini menjadi indikator bahwa pembangunan di Tapin mulai menunjukkan hasil, baik dari sisi peningkatan kualitas hidup masyarakat maupun penurunan tingkat kemiskinan.

Namun demikian, Yamani menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *