
Rantau, lintasbanua.com — Ketua DPRD Kabupaten Tapin Achmad Riduan Syah harapkan peran kepolisian dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Tapin salah satunya pengamanan dalam distribusi pangan di Tapin.
Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah mengatakan bahwa ketahanan pangan merupakan isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah kondisi global yang tidak menentu.
“Distribusi pangan yang lancar dan aman adalah kunci utama untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Tapin,” ujarnya.
Riduan Syah menambahkan, peran aktif kepolisian sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam mengamankan jalur distribusi dari potensi tindak kejahatan, tetapi juga dalam mengawasi praktik-praktik yang dapat merugikan petani maupun konsumen, seperti penimbunan atau spekulasi harga.
“Kami berharap kepolisian dapat bersinergi dengan dinas terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, untuk membentuk tim pengawas yang efektif,” jelasnya.
Selain itu, Riduan Syah juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan dan bagaimana cara mendukungnya.
“Masyarakat juga perlu dilibatkan, misalnya melalui program-program ketahanan pangan berbasis komunitas. Dengan begitu, kita bisa menciptakan ekosistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan di Tapin,” pungkasnya.
Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, S.H., S.I.K., M.I.K. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas lintas sektor dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.
“Polri berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pangan agar tetap aman dan terkendali. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Tapin dapat terjaga dengan baik,” ujar Kapolres Tapin.
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa peran Bhabinkamtibmas akan diperkuat dalam pendampingan kelompok tani di lapangan. Polri akan terus melakukan koordinasi aktif guna memastikan tidak terjadi hambatan dalam rantai pasok dan pendistribusian bahan pangan di wilayah Tapin.





