
Banjarmasin, lintasbanua.com – Kota Banjarmasin resmi memperkuat posisinya dalam peta komunikasi nasional melalui penyelenggaraan Seminar Komunikasi & Kehumasan bertajuk “Banjarmasin untuk Indonesia: Kolaborasi Strategis Humas di Era Digital dan Keberlanjutan”. Acara yang berlangsung di Gedung Handil Bakti, Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari ini menjadi momentum bersejarah bagi praktisi humas di wilayah Borneo.
Bangkit Pratama, M.B.A.resmi ditetapkan sebagai Ketua BPC PERHUMAS Banjarmasin. Kehadiran organisasi profesi ini menjadi tonggak penting mengingat Banjarmasin merupakan cabang pertama sekaligus satu-satunya di seluruh wilayah Kalimantan saat ini.
Pada kesempatan itu juga digelar seminar yang diikuti 150 mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin.
Seminar ini menghadirkan narasumber ahli untuk menjawab tantangan komunikasi digital yang kian kompleks. Dr. Novaria Maulina, S.Ikom., M.Ikom, yang menjabat sebagai Kepala Protokoler Universitas Lambung Mangkurat. Beliau memaparkan pentingnya penguatan kompetensi humas agar tetap relevan. Dan narasumber kedua yakni Dr. Dian Agustine Nuriman, M.IKom, IAPR yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum BPP PERHUMAS) menekankan pentingnya gerakan komunikasi positif melalui narasi.
Ketua Umum PERHUMAS, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa peran humas di masa depan harus lebih profesional, adaptif, dan mendukung prinsip keberlanjutan demi menjaga reputasi organisasi maupun negara.
“Humas mulai dari sekarang hingga akan datang memiliki fungsi vital dalam mendukung organisasi baik itu di pemerintahan maupun di swasta,” ungkapnya.
Dalam sambutan perdananya, Ketua BPC PERHUMAS Banjarmasin, Bangkit Pratama, menyatakan bahwa pembentukan kepengurusan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran komunikasi daerah dalam skala nasional.
“Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah untuk menjadi penggerak, membuka ruang kolaborasi, dan memastikan peran Banjarmasin dalam narasi Indonesia,” ujar Bangkit.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan kepercayaan publik, tugas praktisi humas kini jauh lebih mendalam. “Kita tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi membangun kepercayaan. Tidak hanya mengelola informasi, tetapi menjaga reputasi,” lanjutnya.
Melalui kehadiran BPC PERHUMAS Banjarmasin, diharapkan akan terbentuk ekosistem komunikasi yang lebih kredibel dan kolaboratif di Kalimantan. Langkah ini menjadi awal dari sinergi lintas sektor untuk menghadirkan praktik kehumasan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat reputasi Indonesia di tingkat nasional.





