
RANTAU, lintasbanua.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj. Faridah Yamani, bersama Wakil Ketua Hj. Elya Hartati Juanda dan Pokja III TP PKK Tapin menghadiri Sosialisasi Pola Asuh Anak dalam rangka penanganan stunting. Kegiatan ini berlangsung di Desa Kambang Baru, Kecamatan Salam Babaris, Selasa (12/08/2025).
Dalam sambutannya, Hj. Faridah menegaskan bahwa pola asuh anak yang baik memegang peran penting dalam upaya pencegahan stunting.
Ia mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, diikuti dengan MP-ASI bergizi.
“Selain itu, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala di posyandu juga perlu terus dilakukan,” ujarnya.
Ia berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, sehingga gerakan pencegahan stunting semakin masif. Dengan sinergi semua pihak, angka stunting di Kabupaten Tapin diharapkan terus menurun.
Lebih lanjut, Hj. Faridah menyampaikan bahwa hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Tapin kini berada di angka 13,2 persen, menjadikan Tapin satu-satunya daerah di Kalimantan Selatan yang sudah berhasil melampaui target nasional di bawah 14 persen.
“Capaian ini menjadi bukti tren positif empat tahun terakhir. Dari 33,5 persen pada 2021, turun menjadi 14,5 persen (2022), lalu 14,4 persen (2023), hingga kini 13,2 persen,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi, melainkan juga dipengaruhi faktor lingkungan, sosial, psikologis, serta pola pengasuhan yang tepat. Karena itu, Pemerintah Daerah bersama TP PKK Tapin terus berkomitmen menekan angka stunting melalui program terpadu di berbagai sektor.





